Senin, 21 Mei 2012

cara pengisian e-spt


Data Pembayaran Gaji Pegawai Tetap (Pegawai Swasta/BUMN) 1721-A1

a.  Nomor Urut                                   : 01                 
b.  Nama Pemotong Pajak              : PT.Bumiayu Jaya
c.   NPWP Pemotong Pajak            : 01.234.567.8-521.000
d.  Alamat Pemotong Pajak            : Jl.Arjuna No.7 Purwokerto
e.  Nama Pegawai Tetap                 : Husni Fahmi
f.    NPWP Pegawai Tetap               : 07.585.214.4-521.000
g.  Alamat Pegawai Tetap               : Jl.Apel No.3 Purwokerto
h.  Status Pegawai Tetap                : Kawin dengan 3 anak
i.    Jabatan                                         : Direktur
j.    Masa Perolehan Penghasilan : Januari s/d Desember 2011
k.   Perhitungan PPh Pasal 21 atas Gaji Pegawai Tetap :
Penghasilan Bruto :
Gaji                                 : 70.000.000
Tunjangan PPh              :   6.000.000
Tunjangan Lainnya        : 15.000.000
Bonus/THR                      : 10.000.000 +
Jumlah Penghasilan Bruto                               :           101.000.000

Pengurangan :
Biaya Jabatan                  :               5.050.000
(5 % x 101.000.000)
Iuran Pensiun                 :               3.000.000 +
Jumlah Pengurangan                                       :               8.050.000

Jumlah Penghasilan Neto                                :           92.950.000

Penghasilan Tidak Kena Pajak  :                    :           21.120.000 -
Diri Sendiri                       :           15.840.000
Kawin                                :            1.320.000
Anak Pertama                  :            1.320.000
Anak Kedua                     :             1.320.000
Anak Ketiga                     :            1.320.000

Penghasilan Kena Pajak                                  :          71.830.000

PPh Pasal 21 Terutang                                     :            5.774.500
5 %  x 50.000.000   =  2.500.000
15 % x 21.830.000  =  3.274.500

PPh Pasal 21 dipotong oleh perusahaan      :             5.774.500 -

PPh Pasal 21 kurang/lebih bayar                    :                 0

Contoh Dan Cara Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 S Untuk Pegawai Swasta/BUMN Tahun 2011  dari contoh diatas

silahkan di download di

Pengisian SPT Tahunan Wajib Pajak Memakai Software e-SPT Pajak Penghasilan 1770 S Ver. 4.1
Seperti kebanyakan karyawan, sebagai orang yang awam dengan pajak, rasa penasaran saya timbul setelah disuruh buat NPWP pada awal tahun 2009. Belum selesai terjawab apa, bagaimana NPWP tersebut kemudian disuruh ngisi SPT tahunan untuk disetor ke KPP tempat domisili. Sempat dikasih form/blangko SPT kosong. Wah, gimana pula itu? Wong field-field isianya buanyak, njelimet lagi mana yang kudu diiisi. Setelah nyari ke situs pajak, ketemu juga file software untuk pengisian SPT yang cukup memudahkan saya mengisi SPT tahunan tanpa harus ngitung manual pake kalkulator.
Berikut saya lampirkan screenshot cara pembuatan SPT untuk laporan pajak tahun 2009 (dilaporkan maksimal akhir Maret 2010) sesuai “pengetahuan” saya yang sangat minim tentang pajak. Anggap aja orang baru belajar software baru, coba sana coba sini eh lha kok agak nyambung.
Sebelum isi tentunya anda harus minta Form Bukti Pemotongan Pajak PPh pasal 21 (form 1721-A1) dari perusahaan tempat anda bekerja dan download dulu software SPT Pajak  Penghasilan 1770 S Ver. 4.1 di situs
 Dirjen Pajak . Oh ya, ada 3 macam formulir SPT 1770 (:1770, 1770 SS dan 1770 S). Perbedaanya: Kalau “formulir 1770″ itu untuk pengusaha/yang memiliki usaha, formulir “1770 SS” untuk pekerja yang memiliki penghasilan <60 juta rupiah total pertahunya sedangkan formulir “1770 S” diperuntukan bagi pekerja yang memiliki penghasilan lebih dari 60 juta rupiah total pertahunya. Kebetulan yang saya coba isi disini adalah yang formulir 1770 S karena kelasnya sama: masih pekerja, he..he…
Instalasi
Setelah anda download, lakukan instalasi seperti biasa. Jalankan program tersebut.
Connect to Database 
Ok kita mulai saja, Pendek kata, setelah anda instal dan jalankan anda akan menemui tampilan seperti berikut dibawah ini. Klik “Connect to Database”.
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/connect.png?w=455&h=299
Pilih database db1770S (no. 5) lalu pilih OK seperti gambar berikut:
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/connect.png?w=247&h=300
Anda akan diminta untuk Login pertama kali. Isikan User name: Administrator dan passwordnya:123
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/login.png?w=300&h=188
Setelah itu silahkan isi data profile Wajib Pajak seperti dibawah ini secara lengkap. Isi data sesuai data pada kartu identitas NPWP yang sudah terdaftar atas nama anda.
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/profile-pajak.png?w=542&h=493
Untuk kolom KLU (Kelompok Lapangan Usaha) untuk karyawan swasta individu seperti Saya isikan dengan kode 95004 (=Kategori Jasa Perorangan; Kelompok Pegawai Swasta). Untuk KLU lainya silahkan googling aja dengan keyword “KLU pajak 2009″ pasti ketemu.
Buat SPT Baru
Langkah selanjutnya adalah buat SPT (Surat Pemberitahuan Pajak) baru melalui menu Program| Buat SPT Baru
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/buat-spt-baru.png?w=419&h=112
Kemudian anda akan dibawa ke menu setting SPT. Pilih tahun sesuai tahun pajak yang akan dilaporkan. Karena kebetulan SPT yang saya ingin laporkan adalah untuk tahun  2009 maka periodenya saya pilih tahun 2009. Klik OK
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/setting-spt.png?w=300&h=178
Menu Data SPT beserta Lampiranya
Untuk input data SPT, buka melalui menu SPT PPh. Di dropdown menu tersebut terdapat submenu “
Lampiran I”, “Lampiran II”, “SPT 1770S”,  dan “Surat Setoran Pajak”.
  • Lampiran I : berisi “deklarasi” penghasilan lain-lain bila ada dan daftar pemotong pajak anda (kalau anda karyawan, biasanya menu daftar pemotong pajak ini mengacu pada perusahaan tempat anda bekerja)
  • Lampiran II: berisi “deklarasi” daftar harta yang anda miliki dan daftar silsilah keluarga yang anda tanggung.
  • SPT 1770S: merupakan form utama yang harus/wajib anda isi untuk pelaporan SPT.
  • Surat Setoran Pajak: ini notabene digunakan kalau perhitungan pajak dari penghasilan anda (dari tempat anda bekerja dan dari penghasilan lainya masih ada yang kurang bayar). Berarti anda harus setor/bayar selisih pajak tersebut ke kantor pajak dengan menggunakan form ini. Tapi kalau karyawan seperti saya yang hanya mendapatkan penghasilan dari satu pemberi kerja biasanya pas alias tidak usah setor pakai Surat Setoran Pajak ini.
Saran saya, anda cukup input data sesuai dengan penghasilan dan harta yang anda miliki. Ikuti langkah-langkah selanjutnya.
Input SPT 1770 S terlebih dahulu
Langkah pertama anda pilih menu
 SPT 1770S dari dropdown menu SPT PPh. Kemudian akan tampil windows seperti berikut ini:

http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/input-spt-tab11.png
SPT 1770S Tab A
1.     Isikan jumlah dikolom pada no 1 ini sesuai dengan “Penghasilan Netto” yang tertera pada form 1721 A1 (Bukti Potong Pajak Penghasilan Pasal 21) kolom no 14  yang anda dapatkan dari pihak personnel/HRD/Accounting dimana tempat anda bekerja. Kolom yang lain abaikan, sekali lagi karena anda hanya mendapatkan gaji/penghasilan dari 1 (satu) pemberi kerja saja. Kecuali jika anda memiliki kondisi yang berbeda, termasuk pada bagian zakat & lain-lain.
2.     Centang “TK” bila anda belum berkeluarga alias lajang dan centang “K” bila anda sudah berkeluarga. Isi juga berapa tanggungan anggota keluarga disamping tanda “K” ini..
3.     Centang “Tidak Ada Perubahan” karena memang ini SPT anda baru dibuat dan belum dilaporkan.
4.     Lanjutkan ke Tab bagian F-G. Untuk tab bagian D-E abaikan dulu.

http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/input-spt-tab2.png
SPT 1720 Tab F-G
1.     Centang pada kolom ini sebagai tanda bahwa anda menyertakan lampiran Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (Formulir 1721-A1) yang anda dapatkan dari pihak perusahaan
2.     Isikan sesuai tanggal pelaporan ke kantor pajak.
Input Referensi Pemungut Pajak
Sebelum anda mengisi Lampiran I, terlebih dahulu anda input Referensi Pemungut Pajak anda. Dalam hal ini yang berperan sebagai pemungut pajak anda adalah perusahaan tempat anda bekerja.
Pilih menu Utility | Referensi Pemotong/Pemungut
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/referensi-pemungut-pajak1.png
Input data Nama, NPWP beserta alamat perusahaan tempat anda bekerja sesuai dengan pada Form 1721-A1.
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/input-referensi.png
Input Lampiran I
Langkah selanjutnya adalah isi Lampiran I melalui menu SPT PPh | Lampiran I
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/setting-spt-lampiran1.png
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/input-potong.png
1.     Pilih menu tambah. Kemudian akan muncul windows baru input Pemotongan. Isi sesuai Form Bukti Pemotongan Pajak 1721-A1 yang anda terima dari perusahaan anda
2.     Klik Simpan
Printout SPT
Sampai tahap ini anda sudah berhasil Input data SPT. Pada saat menulis postingan ini, saya menemukan adanya kesalahan program saat mau print form SPT ini. Ternyata setelah cari tahu, kita diminta untuk hubungi hotline pajak di no: 500200 bagian aplikasi e-spt. Mereka akan mengirimkan patch update via e-mail kepada anda untuk mengatasi masalah printout form. Setelah anda instalasi patch ini, Sekarang tinggal form SPT beserta lampiran I dan II ini diprint untuk dilaporkan ke kantor Pajak. Langkah-langkah print-nya:
Pilih menu SPT Tools | Menu Cetakan
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/menu-print.png
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/print.png
Centang ketiga form diatas kemudian klik “Cetak”. Setelah muncul windows ketiga form diatas print satu-persatu.
Selesai. Untuk melaporkan ke kantor pajak anda harus melampirkan ketiga form diatas beserta Formulir Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (Form 1721-A1) yang anda peroleh dari perusahaan tempat anda bekerja.
Cukup jelas bukan he..he. Supaya nggak ketinggalan berita, rajin-rajin sambangi website Dirjen Pajak siapa tahu ada update maupun patch terhadap e-SPT ini sewaktu-waktu. Selamat mencoba.








Pengisian SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi 2010 Menggunakan Formulir Template PDF 1770 S

Tiba waktunya lagi untuk pelaporan SPT pajak lagi untuk periode tahun 2010 (due date batas akhir pelaporanya: akhir maret 2011). Ternyata cukup banyak frekwensi kunjungan ke blog ini menggunakan kata kunci “Pelaporan SPT Pajak Tahunan 1770 S ” yang terpantau sampai sejauh ini. Seperti  biasa, kemudahanlah yang akhirnya membawa Saya untuk menilik kembali ke situs Direktorat Perpajakan siapa tahu ada update terkait software e-SPT untuk memudahkan Saya dalam melaporkan pajak seperti postingan Saya tahun kemarin. Untuk penjelasan kategori jenis-jenis formulir 1770 dan peruntukanya silahkan baca postingan saya sebelumnya.
Ternyata benar juga, software e-SPT Pajak Penghasilan 1770 S ver 4.1 tahun 2009 kemarin sudah tidak berlaku lagi alias sudah ada revisi sedikit terhadap form tersebut sehingga software tersebut bisa dikatakan obsolete. Tidak diketahui kapan lagi ada update terkait software yang cukup membantu tersebut. Kabar baiknya adalah pengisian formulir SPT 1770 S tersebut digantikan dengan form template PDF isian yang bisa diisi secara langsung didalamnya tanpa juga harus dilakukan penghitungan manual. Software PDF Reader yang dianjurkan digunakan untuk pengisian form ini adalah Adobe Reader versi 8 keatas, jika tidak maka kemungkinan tampilan kolom/field yang berisi rumus tidak berjalan alias isinya nihil . Berikut sedikit berbagi pengalaman dalam pengisian form tersebut tetap dengan versi orang awam.
Sebelum itu Anda download dulu formulir 1770 S di situs pajak www.pajak.go.id atau bisa klikdisini untuk langsung ke bagian download page-nya. Pilih dokumen dibagian “SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 2010/Formulir 1770S” dengan nama file PDF: 01_form_1770 S_2010 untuk versi form lengkapnya (sudah termasuk bagian lampiranya sekaligus didalamnya). Seperti biasa, perlu anda dapatkan juga copy bukti pemotongan pajak oleh perusahaan anda (formulir 1721-A1 dan/atau 1721-A2) sebagai referensi. Bila anda bekerja di lebih dari 1 perusahaan pada tahun yang sama maka bukti-bukti pemotongan pajak dari perusahaan-perusahaan tersebut wajib diakumulasi pelaporanya.
Petunjuk Pengisian di Halaman Pertama
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-a.jpg
Pada bagian halaman pertama form ini sudah dijelaskan secara jelas petunjuk umum pengisian formulir ini. dibagian bawahnya terdapat kolom pengisian untuk pengisian Penghasilan Suami/Istri. Kolom bagian ini hanya diisi oleh wajib pajak yang pelaporan pajaknya dilakukan secara sendiri/masing-masing oleh istri atau suami atau dengan kata lain istri dan suami melaporkan SPT-nya masing-masing secara terpisah.
Pengisian Formulir Utama 1770 S
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-1a.jpg
Didokumen Petunjuk pengisian, sebenarnya disarankan untuk diisi terlebih dahulu lampiranya (formulir 1770 S-I dan 1770 S-II) sebelum diisi formulir utamanya (formulir 1770 S), tetapi kalau isian data pada bagian lampiran tidak terlalu banyak bisa anda susul pengisianya kemudian (kecuali bila harta, kekayaan, sumbangan dll yang anda laporkan cukup besar, amin  he..he.. :-))
Berikut urut-urutan pengisianya disesuaikan dengan nomor urut yang tertera pada gambar ilustrasi masing-masing:
1. Tahun Periode Pajak: Isikan tahun 2010
2. Data Wajib Pajak: Isikan lengkap sesuai Nomor Pokok Wajib Pajak dan data Anda yang sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak. Untuk kolom KLU (Kelompok Lapangan Usaha) untuk karyawan swasta individu seperti Saya isikan dengan kode 95004 (=Kategori Jasa Perorangan; Kelompok Pegawai Swasta). Untuk KLU lainya silahkan googling aja dengan keyword “KLU pajak 2010″ pasti ketemu.
3. Perubahan Data : Centang opsi “Tidak Ada” karena ini adalah pelaporan SPT baru, bukan revisi.
4. Pengasilan Netto dalam Negeri: Diisi akumulasi jumlah pengasilan netto pada setiap bukti pemotongan oleh perusahaan tempat anda bekerja (formulir 1721-A1 dan/atau 1721-A2) angka pada kolom no 14 atau bukti potong lainya. Seluruh kolom isian yang bertanda “auto” akan otomatis teriisi dengan sendirinya.
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-2a.jpg
5. Penghasilan Tidak Kena Pajak: Centang “TK” bila anda belum berkeluarga alias lajang atau centang “K” bila anda sudah berkeluarga. Isi juga berapa tanggungan anggota keluarga disamping tanda “K” ini.
6. Pph yang dipotong/dipungut pihak lain: Diisi dengan total akumulasi pemotongan yang diinput pada formulir 1770 S-I (lampiran-1) Bagian C kolom 17 (lihat pada poin petunjuk no 10 s/d 12 dibawah).
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-3a.jpg
7. Pph Kurang Bayar/Lebih Bayar (selisih): Bagian ini otomatis terisi sehingga langsung tahu apakah terjadi Kurang Bayar atau Lebih Bayar terhadap pelaporan SPT kita. Biasanya kalau pemungut pajak oleh perusahaan hanya satu maka selisihnya nihil alias 0. Tetapi bila kita Kurang Bayar maka kita harus menyetorkan kekurangan bayar tersebut sebelum melaporkan SPT kita ini. Kalau untuk kelebihan bayar opsinya bisa dilihat pada bagian ini, petunjuk mengenai klaim kelebihan bayar ini silahkan bertanya ke  Kantor Pajak terdekat atau melalui hotline pajak
8. Lampiran: Centang opsi a) Lampiran tambahan yang kita sertakan dalam pelaporan SPT ini adalah berupa fotocopy fomulir 1721-A1 atau 1721-A2 (bukti pemotongan pajak) yang didapat dari perusahaan tempat anda bekerja.
9. Wajib Pajak: Centang bagian ini jika Anda sendiri yang melaporkan SPT ini maka kolom nama pelapor dibawahnya akan terisi secara otomatis dengan nama Anda sesuai dengan yang telah diinput diawal sebelumnya. Tetapi bila anda ingin diwakilkan pelaporanya maka bisa anda centang kotak Kuasa.
Jangan lupa diisi tanggal pelaporan sesuai dengan tanggal aktual pelaporan SPT Anda ke Kantor Pajak.
Pengisian Formulir 1770 S bagian Lampiran I
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-4a.jpg
10. Isikan kolom ini (bila ada) dengan jumlah aktual pada masing-masing baris yang sesuai. Tetapi bila tidak ada yang perlu diisi maka biarkan kosong.
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-5a.jpg
10. (maaf double no urutnya seperti no ilustrasi sebelum ini diatasnya) Bagian C. Daftar Pemotongan PPh oleh Pihak Lain: Isikan dengan nama perusahaan pemotong PPh Anda atau nama perusahaan tempat Anda bekerja lengkap beserta no. NPWP-nya, no. pelaporan dan tanggal pelaporanya. Ini bisa anda lihat di copy formulir 1721-A1 atau 1721-A2 (bukti pemotongan) yang Anda dapatkan dari perusahaan tempat Anda bekerja.
11. Jenis Pajak PPh: Isikan dengan pasal 21 karena kita hanya sebagai pekerja biasa :-)
12. Jumlah PPh yang dipungut/dipotong: Isikan dengan nilai nominal pemotongan PPh yang dipotong oleh perusahaan tempat Anda bekerja (sama seperti yang tercantum dalam copy formulir 1721-A1 atau 1721-A2  yang Anda dapatkan dari Perusahaan tempat Anda bekerja.
Ulangi langkah 10 sampai dengan 12 diatas pada baris-baris dibawahnya bila Anda mendapatkan penghasilan lebih dari 1 perusahaan
Nah, perhatikan: Total nilai akumulasi pemotongan yang otomatis tercantum di bagian Total JBC (Jumlah Bagian C) dibawah kolom 12 ini adalah Angka yang harus Anda isikan pada bagian PPh yang dipungut/dipotong Pihak Lain pada petunjuk poin no. 6 diatas tadi.
Untuk selanjutnya kita mulai mengisi bagian Lampiran  sebagai deklarasi atau pengakuan terhadap aset, harta dan juga hutang maupun susunan keluarga yang menjadi tanggungan kita sebagai pembayar pajak.
Pengisian Formulir 1770 S bagian Lampiran II
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-6a.jpg
13. Penghasilan yang dikenakan PPh Final atau Bersifat Final: Isikan sesuai nilai harta atau asset yang anda miliki sesuai dengan deskripsi yang tertera didalam masing-masing baris pada kolom ini. Kosongkan bila tidak ada yang perlu diisi.
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-7a.jpg
14 dan 15. Silahkan diisi dengan nominal harta dan hutang yang Anda miliki pada akhir tahun 2010. Kosongkan bila tidak ada yang perlu diisi.
16. Daftar Susunan Anggota Keluarga: Isikan dengan nama susunan anggota keluarga yang menjadi tanggungan Anda lengkap dengan tanggal lahir masing-masing dan data-data lainya.
Untuk lembar formulir 1770 S-I dan 1770 S-II bisa diperbanyak sendiri sesuai dengan kebutuhan bila data yang dilaporkan juga banyak.
17. No. Halaman: Diisi dengan no. urut halaman dan jumlah total halaman lembaran SPT yang akan kita laporkan.
Sampai disini proses pengisian SPT telah selesai. Anda siap untuk melaporkan SPT ke kantor pajak sesuai domisili dan/atau tempat NPWP Anda terdaftar. Jangan lupa diperiksa kembali isian pada masing-masing kolomnya sebelum di print. Lakukan print seperti biasa dari menu Print di PDF reader Anda. Lampirkan pula dengan copy bukti pemotongan pajak (formulir 1721 A-1 dan/atau 1721 A-2) yang Anda dapatkan dari perusahaan tempat Anda bekerja pada saat pelaporan SPT ini.
Untuk pelaporan SPT tahun-tahun selanjutnya bisa saja berbeda dengan tahun ini, silahkan rajin-rajin memeriksa ke situs Pajak siapa tahu ada update terhadap format maupun software pelaporan SPT ini dikemudian hari.
Cukup simpel bukan? Silahkan dicoba, semoga bermanfaat


Data Pembayaran Gaji Pegawai Tetap (Pegawai Swasta/BUMN) 1721-A1

a.  Nomor Urut                                   : 01                 
b.  Nama Pemotong Pajak              : PT.Bumiayu Jaya
c.   NPWP Pemotong Pajak            : 01.234.567.8-521.000
d.  Alamat Pemotong Pajak            : Jl.Arjuna No.7 Purwokerto
e.  Nama Pegawai Tetap                 : Husni Fahmi
f.    NPWP Pegawai Tetap               : 07.585.214.4-521.000
g.  Alamat Pegawai Tetap               : Jl.Apel No.3 Purwokerto
h.  Status Pegawai Tetap                : Kawin dengan 3 anak
i.    Jabatan                                         : Direktur
j.    Masa Perolehan Penghasilan : Januari s/d Desember 2011
k.   Perhitungan PPh Pasal 21 atas Gaji Pegawai Tetap :
Penghasilan Bruto :
Gaji                                 : 70.000.000
Tunjangan PPh              :   6.000.000
Tunjangan Lainnya        : 15.000.000
Bonus/THR                      : 10.000.000 +
Jumlah Penghasilan Bruto                               :           101.000.000

Pengurangan :
Biaya Jabatan                  :               5.050.000
(5 % x 101.000.000)
Iuran Pensiun                 :               3.000.000 +
Jumlah Pengurangan                                       :               8.050.000

Jumlah Penghasilan Neto                                :           92.950.000

Penghasilan Tidak Kena Pajak  :                    :           21.120.000 -
Diri Sendiri                       :           15.840.000
Kawin                                :            1.320.000
Anak Pertama                  :            1.320.000
Anak Kedua                     :             1.320.000
Anak Ketiga                     :            1.320.000

Penghasilan Kena Pajak                                  :          71.830.000

PPh Pasal 21 Terutang                                     :            5.774.500
5 %  x 50.000.000   =  2.500.000
15 % x 21.830.000  =  3.274.500

PPh Pasal 21 dipotong oleh perusahaan      :             5.774.500 -

PPh Pasal 21 kurang/lebih bayar                    :                 0

Contoh Dan Cara Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 S Untuk Pegawai Swasta/BUMN Tahun 2011  dari contoh diatas

silahkan di download di

Pengisian SPT Tahunan Wajib Pajak Memakai Software e-SPT Pajak Penghasilan 1770 S Ver. 4.1
Seperti kebanyakan karyawan, sebagai orang yang awam dengan pajak, rasa penasaran saya timbul setelah disuruh buat NPWP pada awal tahun 2009. Belum selesai terjawab apa, bagaimana NPWP tersebut kemudian disuruh ngisi SPT tahunan untuk disetor ke KPP tempat domisili. Sempat dikasih form/blangko SPT kosong. Wah, gimana pula itu? Wong field-field isianya buanyak, njelimet lagi mana yang kudu diiisi. Setelah nyari ke situs pajak, ketemu juga file software untuk pengisian SPT yang cukup memudahkan saya mengisi SPT tahunan tanpa harus ngitung manual pake kalkulator.
Berikut saya lampirkan screenshot cara pembuatan SPT untuk laporan pajak tahun 2009 (dilaporkan maksimal akhir Maret 2010) sesuai “pengetahuan” saya yang sangat minim tentang pajak. Anggap aja orang baru belajar software baru, coba sana coba sini eh lha kok agak nyambung.
Sebelum isi tentunya anda harus minta Form Bukti Pemotongan Pajak PPh pasal 21 (form 1721-A1) dari perusahaan tempat anda bekerja dan download dulu software SPT Pajak  Penghasilan 1770 S Ver. 4.1 di situs
 Dirjen Pajak . Oh ya, ada 3 macam formulir SPT 1770 (:1770, 1770 SS dan 1770 S). Perbedaanya: Kalau “formulir 1770″ itu untuk pengusaha/yang memiliki usaha, formulir “1770 SS” untuk pekerja yang memiliki penghasilan <60 juta rupiah total pertahunya sedangkan formulir “1770 S” diperuntukan bagi pekerja yang memiliki penghasilan lebih dari 60 juta rupiah total pertahunya. Kebetulan yang saya coba isi disini adalah yang formulir 1770 S karena kelasnya sama: masih pekerja, he..he…
Instalasi
Setelah anda download, lakukan instalasi seperti biasa. Jalankan program tersebut.
Connect to Database 
Ok kita mulai saja, Pendek kata, setelah anda instal dan jalankan anda akan menemui tampilan seperti berikut dibawah ini. Klik “Connect to Database”.
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/connect.png?w=455&h=299
Pilih database db1770S (no. 5) lalu pilih OK seperti gambar berikut:
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/connect.png?w=247&h=300
Anda akan diminta untuk Login pertama kali. Isikan User name: Administrator dan passwordnya:123
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/login.png?w=300&h=188
Setelah itu silahkan isi data profile Wajib Pajak seperti dibawah ini secara lengkap. Isi data sesuai data pada kartu identitas NPWP yang sudah terdaftar atas nama anda.
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/profile-pajak.png?w=542&h=493
Untuk kolom KLU (Kelompok Lapangan Usaha) untuk karyawan swasta individu seperti Saya isikan dengan kode 95004 (=Kategori Jasa Perorangan; Kelompok Pegawai Swasta). Untuk KLU lainya silahkan googling aja dengan keyword “KLU pajak 2009″ pasti ketemu.
Buat SPT Baru
Langkah selanjutnya adalah buat SPT (Surat Pemberitahuan Pajak) baru melalui menu Program| Buat SPT Baru
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/buat-spt-baru.png?w=419&h=112
Kemudian anda akan dibawa ke menu setting SPT. Pilih tahun sesuai tahun pajak yang akan dilaporkan. Karena kebetulan SPT yang saya ingin laporkan adalah untuk tahun  2009 maka periodenya saya pilih tahun 2009. Klik OK
http://arifsw.files.wordpress.com/2009/01/setting-spt.png?w=300&h=178
Menu Data SPT beserta Lampiranya
Untuk input data SPT, buka melalui menu SPT PPh. Di dropdown menu tersebut terdapat submenu “
Lampiran I”, “Lampiran II”, “SPT 1770S”,  dan “Surat Setoran Pajak”.
  • Lampiran I : berisi “deklarasi” penghasilan lain-lain bila ada dan daftar pemotong pajak anda (kalau anda karyawan, biasanya menu daftar pemotong pajak ini mengacu pada perusahaan tempat anda bekerja)
  • Lampiran II: berisi “deklarasi” daftar harta yang anda miliki dan daftar silsilah keluarga yang anda tanggung.
  • SPT 1770S: merupakan form utama yang harus/wajib anda isi untuk pelaporan SPT.
  • Surat Setoran Pajak: ini notabene digunakan kalau perhitungan pajak dari penghasilan anda (dari tempat anda bekerja dan dari penghasilan lainya masih ada yang kurang bayar). Berarti anda harus setor/bayar selisih pajak tersebut ke kantor pajak dengan menggunakan form ini. Tapi kalau karyawan seperti saya yang hanya mendapatkan penghasilan dari satu pemberi kerja biasanya pas alias tidak usah setor pakai Surat Setoran Pajak ini.
Saran saya, anda cukup input data sesuai dengan penghasilan dan harta yang anda miliki. Ikuti langkah-langkah selanjutnya.
Input SPT 1770 S terlebih dahulu
Langkah pertama anda pilih menu
 SPT 1770S dari dropdown menu SPT PPh. Kemudian akan tampil windows seperti berikut ini:

http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/input-spt-tab11.png
SPT 1770S Tab A
1.     Isikan jumlah dikolom pada no 1 ini sesuai dengan “Penghasilan Netto” yang tertera pada form 1721 A1 (Bukti Potong Pajak Penghasilan Pasal 21) kolom no 14  yang anda dapatkan dari pihak personnel/HRD/Accounting dimana tempat anda bekerja. Kolom yang lain abaikan, sekali lagi karena anda hanya mendapatkan gaji/penghasilan dari 1 (satu) pemberi kerja saja. Kecuali jika anda memiliki kondisi yang berbeda, termasuk pada bagian zakat & lain-lain.
2.     Centang “TK” bila anda belum berkeluarga alias lajang dan centang “K” bila anda sudah berkeluarga. Isi juga berapa tanggungan anggota keluarga disamping tanda “K” ini..
3.     Centang “Tidak Ada Perubahan” karena memang ini SPT anda baru dibuat dan belum dilaporkan.
4.     Lanjutkan ke Tab bagian F-G. Untuk tab bagian D-E abaikan dulu.

http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/input-spt-tab2.png
SPT 1720 Tab F-G
1.     Centang pada kolom ini sebagai tanda bahwa anda menyertakan lampiran Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (Formulir 1721-A1) yang anda dapatkan dari pihak perusahaan
2.     Isikan sesuai tanggal pelaporan ke kantor pajak.
Input Referensi Pemungut Pajak
Sebelum anda mengisi Lampiran I, terlebih dahulu anda input Referensi Pemungut Pajak anda. Dalam hal ini yang berperan sebagai pemungut pajak anda adalah perusahaan tempat anda bekerja.
Pilih menu Utility | Referensi Pemotong/Pemungut
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/referensi-pemungut-pajak1.png
Input data Nama, NPWP beserta alamat perusahaan tempat anda bekerja sesuai dengan pada Form 1721-A1.
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/input-referensi.png
Input Lampiran I
Langkah selanjutnya adalah isi Lampiran I melalui menu SPT PPh | Lampiran I
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/setting-spt-lampiran1.png
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/input-potong.png
1.     Pilih menu tambah. Kemudian akan muncul windows baru input Pemotongan. Isi sesuai Form Bukti Pemotongan Pajak 1721-A1 yang anda terima dari perusahaan anda
2.     Klik Simpan
Printout SPT
Sampai tahap ini anda sudah berhasil Input data SPT. Pada saat menulis postingan ini, saya menemukan adanya kesalahan program saat mau print form SPT ini. Ternyata setelah cari tahu, kita diminta untuk hubungi hotline pajak di no: 500200 bagian aplikasi e-spt. Mereka akan mengirimkan patch update via e-mail kepada anda untuk mengatasi masalah printout form. Setelah anda instalasi patch ini, Sekarang tinggal form SPT beserta lampiran I dan II ini diprint untuk dilaporkan ke kantor Pajak. Langkah-langkah print-nya:
Pilih menu SPT Tools | Menu Cetakan
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/menu-print.png
http://arifsw.files.wordpress.com/2010/01/print.png
Centang ketiga form diatas kemudian klik “Cetak”. Setelah muncul windows ketiga form diatas print satu-persatu.
Selesai. Untuk melaporkan ke kantor pajak anda harus melampirkan ketiga form diatas beserta Formulir Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (Form 1721-A1) yang anda peroleh dari perusahaan tempat anda bekerja.
Cukup jelas bukan he..he. Supaya nggak ketinggalan berita, rajin-rajin sambangi website Dirjen Pajak siapa tahu ada update maupun patch terhadap e-SPT ini sewaktu-waktu. Selamat mencoba.








Pengisian SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi 2010 Menggunakan Formulir Template PDF 1770 S

Tiba waktunya lagi untuk pelaporan SPT pajak lagi untuk periode tahun 2010 (due date batas akhir pelaporanya: akhir maret 2011). Ternyata cukup banyak frekwensi kunjungan ke blog ini menggunakan kata kunci “Pelaporan SPT Pajak Tahunan 1770 S ” yang terpantau sampai sejauh ini. Seperti  biasa, kemudahanlah yang akhirnya membawa Saya untuk menilik kembali ke situs Direktorat Perpajakan siapa tahu ada update terkait software e-SPT untuk memudahkan Saya dalam melaporkan pajak seperti postingan Saya tahun kemarin. Untuk penjelasan kategori jenis-jenis formulir 1770 dan peruntukanya silahkan baca postingan saya sebelumnya.
Ternyata benar juga, software e-SPT Pajak Penghasilan 1770 S ver 4.1 tahun 2009 kemarin sudah tidak berlaku lagi alias sudah ada revisi sedikit terhadap form tersebut sehingga software tersebut bisa dikatakan obsolete. Tidak diketahui kapan lagi ada update terkait software yang cukup membantu tersebut. Kabar baiknya adalah pengisian formulir SPT 1770 S tersebut digantikan dengan form template PDF isian yang bisa diisi secara langsung didalamnya tanpa juga harus dilakukan penghitungan manual. Software PDF Reader yang dianjurkan digunakan untuk pengisian form ini adalah Adobe Reader versi 8 keatas, jika tidak maka kemungkinan tampilan kolom/field yang berisi rumus tidak berjalan alias isinya nihil . Berikut sedikit berbagi pengalaman dalam pengisian form tersebut tetap dengan versi orang awam.
Sebelum itu Anda download dulu formulir 1770 S di situs pajak www.pajak.go.id atau bisa klikdisini untuk langsung ke bagian download page-nya. Pilih dokumen dibagian “SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 2010/Formulir 1770S” dengan nama file PDF: 01_form_1770 S_2010 untuk versi form lengkapnya (sudah termasuk bagian lampiranya sekaligus didalamnya). Seperti biasa, perlu anda dapatkan juga copy bukti pemotongan pajak oleh perusahaan anda (formulir 1721-A1 dan/atau 1721-A2) sebagai referensi. Bila anda bekerja di lebih dari 1 perusahaan pada tahun yang sama maka bukti-bukti pemotongan pajak dari perusahaan-perusahaan tersebut wajib diakumulasi pelaporanya.
Petunjuk Pengisian di Halaman Pertama
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-a.jpg
Pada bagian halaman pertama form ini sudah dijelaskan secara jelas petunjuk umum pengisian formulir ini. dibagian bawahnya terdapat kolom pengisian untuk pengisian Penghasilan Suami/Istri. Kolom bagian ini hanya diisi oleh wajib pajak yang pelaporan pajaknya dilakukan secara sendiri/masing-masing oleh istri atau suami atau dengan kata lain istri dan suami melaporkan SPT-nya masing-masing secara terpisah.
Pengisian Formulir Utama 1770 S
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-1a.jpg
Didokumen Petunjuk pengisian, sebenarnya disarankan untuk diisi terlebih dahulu lampiranya (formulir 1770 S-I dan 1770 S-II) sebelum diisi formulir utamanya (formulir 1770 S), tetapi kalau isian data pada bagian lampiran tidak terlalu banyak bisa anda susul pengisianya kemudian (kecuali bila harta, kekayaan, sumbangan dll yang anda laporkan cukup besar, amin  he..he.. :-))
Berikut urut-urutan pengisianya disesuaikan dengan nomor urut yang tertera pada gambar ilustrasi masing-masing:
1. Tahun Periode Pajak: Isikan tahun 2010
2. Data Wajib Pajak: Isikan lengkap sesuai Nomor Pokok Wajib Pajak dan data Anda yang sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak. Untuk kolom KLU (Kelompok Lapangan Usaha) untuk karyawan swasta individu seperti Saya isikan dengan kode 95004 (=Kategori Jasa Perorangan; Kelompok Pegawai Swasta). Untuk KLU lainya silahkan googling aja dengan keyword “KLU pajak 2010″ pasti ketemu.
3. Perubahan Data : Centang opsi “Tidak Ada” karena ini adalah pelaporan SPT baru, bukan revisi.
4. Pengasilan Netto dalam Negeri: Diisi akumulasi jumlah pengasilan netto pada setiap bukti pemotongan oleh perusahaan tempat anda bekerja (formulir 1721-A1 dan/atau 1721-A2) angka pada kolom no 14 atau bukti potong lainya. Seluruh kolom isian yang bertanda “auto” akan otomatis teriisi dengan sendirinya.
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-2a.jpg
5. Penghasilan Tidak Kena Pajak: Centang “TK” bila anda belum berkeluarga alias lajang atau centang “K” bila anda sudah berkeluarga. Isi juga berapa tanggungan anggota keluarga disamping tanda “K” ini.
6. Pph yang dipotong/dipungut pihak lain: Diisi dengan total akumulasi pemotongan yang diinput pada formulir 1770 S-I (lampiran-1) Bagian C kolom 17 (lihat pada poin petunjuk no 10 s/d 12 dibawah).
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-3a.jpg
7. Pph Kurang Bayar/Lebih Bayar (selisih): Bagian ini otomatis terisi sehingga langsung tahu apakah terjadi Kurang Bayar atau Lebih Bayar terhadap pelaporan SPT kita. Biasanya kalau pemungut pajak oleh perusahaan hanya satu maka selisihnya nihil alias 0. Tetapi bila kita Kurang Bayar maka kita harus menyetorkan kekurangan bayar tersebut sebelum melaporkan SPT kita ini. Kalau untuk kelebihan bayar opsinya bisa dilihat pada bagian ini, petunjuk mengenai klaim kelebihan bayar ini silahkan bertanya ke  Kantor Pajak terdekat atau melalui hotline pajak
8. Lampiran: Centang opsi a) Lampiran tambahan yang kita sertakan dalam pelaporan SPT ini adalah berupa fotocopy fomulir 1721-A1 atau 1721-A2 (bukti pemotongan pajak) yang didapat dari perusahaan tempat anda bekerja.
9. Wajib Pajak: Centang bagian ini jika Anda sendiri yang melaporkan SPT ini maka kolom nama pelapor dibawahnya akan terisi secara otomatis dengan nama Anda sesuai dengan yang telah diinput diawal sebelumnya. Tetapi bila anda ingin diwakilkan pelaporanya maka bisa anda centang kotak Kuasa.
Jangan lupa diisi tanggal pelaporan sesuai dengan tanggal aktual pelaporan SPT Anda ke Kantor Pajak.
Pengisian Formulir 1770 S bagian Lampiran I
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-4a.jpg
10. Isikan kolom ini (bila ada) dengan jumlah aktual pada masing-masing baris yang sesuai. Tetapi bila tidak ada yang perlu diisi maka biarkan kosong.
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-5a.jpg
10. (maaf double no urutnya seperti no ilustrasi sebelum ini diatasnya) Bagian C. Daftar Pemotongan PPh oleh Pihak Lain: Isikan dengan nama perusahaan pemotong PPh Anda atau nama perusahaan tempat Anda bekerja lengkap beserta no. NPWP-nya, no. pelaporan dan tanggal pelaporanya. Ini bisa anda lihat di copy formulir 1721-A1 atau 1721-A2 (bukti pemotongan) yang Anda dapatkan dari perusahaan tempat Anda bekerja.
11. Jenis Pajak PPh: Isikan dengan pasal 21 karena kita hanya sebagai pekerja biasa :-)
12. Jumlah PPh yang dipungut/dipotong: Isikan dengan nilai nominal pemotongan PPh yang dipotong oleh perusahaan tempat Anda bekerja (sama seperti yang tercantum dalam copy formulir 1721-A1 atau 1721-A2  yang Anda dapatkan dari Perusahaan tempat Anda bekerja.
Ulangi langkah 10 sampai dengan 12 diatas pada baris-baris dibawahnya bila Anda mendapatkan penghasilan lebih dari 1 perusahaan
Nah, perhatikan: Total nilai akumulasi pemotongan yang otomatis tercantum di bagian Total JBC (Jumlah Bagian C) dibawah kolom 12 ini adalah Angka yang harus Anda isikan pada bagian PPh yang dipungut/dipotong Pihak Lain pada petunjuk poin no. 6 diatas tadi.
Untuk selanjutnya kita mulai mengisi bagian Lampiran  sebagai deklarasi atau pengakuan terhadap aset, harta dan juga hutang maupun susunan keluarga yang menjadi tanggungan kita sebagai pembayar pajak.
Pengisian Formulir 1770 S bagian Lampiran II
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-6a.jpg
13. Penghasilan yang dikenakan PPh Final atau Bersifat Final: Isikan sesuai nilai harta atau asset yang anda miliki sesuai dengan deskripsi yang tertera didalam masing-masing baris pada kolom ini. Kosongkan bila tidak ada yang perlu diisi.
http://arifsw.files.wordpress.com/2011/03/1770s-7a.jpg
14 dan 15. Silahkan diisi dengan nominal harta dan hutang yang Anda miliki pada akhir tahun 2010. Kosongkan bila tidak ada yang perlu diisi.
16. Daftar Susunan Anggota Keluarga: Isikan dengan nama susunan anggota keluarga yang menjadi tanggungan Anda lengkap dengan tanggal lahir masing-masing dan data-data lainya.
Untuk lembar formulir 1770 S-I dan 1770 S-II bisa diperbanyak sendiri sesuai dengan kebutuhan bila data yang dilaporkan juga banyak.
17. No. Halaman: Diisi dengan no. urut halaman dan jumlah total halaman lembaran SPT yang akan kita laporkan.
Sampai disini proses pengisian SPT telah selesai. Anda siap untuk melaporkan SPT ke kantor pajak sesuai domisili dan/atau tempat NPWP Anda terdaftar. Jangan lupa diperiksa kembali isian pada masing-masing kolomnya sebelum di print. Lakukan print seperti biasa dari menu Print di PDF reader Anda. Lampirkan pula dengan copy bukti pemotongan pajak (formulir 1721 A-1 dan/atau 1721 A-2) yang Anda dapatkan dari perusahaan tempat Anda bekerja pada saat pelaporan SPT ini.
Untuk pelaporan SPT tahun-tahun selanjutnya bisa saja berbeda dengan tahun ini, silahkan rajin-rajin memeriksa ke situs Pajak siapa tahu ada update terhadap format maupun software pelaporan SPT ini dikemudian hari.
Cukup simpel bukan? Silahkan dicoba, semoga bermanfaat


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar